Jumat, 23 Maret 2012

nulis cerpen (1tahun yang lalu)

Part 1
Aku tinggal di sebuah kota kecil di selatan Jawa Timur. Aku tinggal bersama dengan kedua orang tuaku, satu kakak laki-laki dan seorang adik laki-laki. Kami tinggal di desa yang lumayan sejuk, karena dekat dengan pegunungan dan ada bendungannya di sana. Rumah orang tuaku bersebelahan dengan rumah nenek dan bulikku. Jadi kami masih berada dalam satu lingkungan.
Aku mulai tinggal di rumah yang sekarang aku tempati adalah saat aku kelas VII. Saat itu rumah ini baru jadi.
Kehidupanku biasa-biasa saja, tidak ada yang mewah. Mungkin banyak yang berpikir aku dimanja karena semua saudaraku laki-laki, tidak. Aku hidup sama dengan mereka bahkan aku diwajibkan melakukan pekerjaan rumah. Kata ibu biar nggak kaget waktu punya rumah sendiri (kapan hyaa punya rumah sendiri?? Hahaha). Tapi semua aku lakukan dengan enjoy, menikmati tiap pekerjaan yang aku kerjakan dan ini menjadi rutinitasku.
Kehidupan sekolahku juga biasa-biasa saja, alhamdulillah selama ini akU tidak banyak menyusahkan karena urusan sekolahku. Mulai dari SD aku sudah sekolah di sekolah favorit menurut orang desaku. Sekarang di perguruan negeri juga aku termasuk beruntung masuk di perguruan tinggi negeri di kota apel sana. Masuk dengan ujian SNMPTN merupakan kebanggan tersendiri buatku. Hahaha..

Part 2
Cerita ini berawal saat aku mulai masuk kelas IX SMP. Saat itu ada ekstrakurikuler baru di sekolahku. Awal ada ekskul itu aku tidak ada niat untuk ikut. Tapi karena paksaan teman-teman, aku ikut saja. Dari situlah semua berawal.
Saat itu aku masih memiliki seorang pacar, kakak kelasku dulu. Sebut saja namanya Wawan. Sekarang Wawan kelas X, jarang bertemu itulah kendalanya. Aku juga mulai malas untuk berpacaran jarak jauh (nggak tau apa yang ada di pikiranku saat itu). Aku yang mulai ikut ekskul baru itu menikmati liburan yang penuh siksaan karena nggak libur. Ada sedikit rasa sebal sih. Tapi lambat laun aku semangat mengikuti kegiatan itu. Ada udang di balik rempeyek. Hahahaha...
Pagi itu hari pertama liburan semester dua. Jam 07.00 sudah berada di sekolah. Waah rajin benar ya. Tapi aku tidak sendiri, ada banyak yang sengaja datang jam segitu karena amanat dari guru kami harus datang tepat waktu. ON TIME!!
Saat semua mulai sebal karena jam sudah menunjukkan pukul 07.45 tapi yang di tunggu belum datang. Siapa sekarang yang nggak on time?? Tiba-tiba dari gerbang muncul dua sosok manusia yang tidak pernah muncul sebelumnya. Siapakah gerangan?? Itulah manusia yang ditunggu. Asing, aneh, galak, jutek. Itu kesan pertama yang aku lihat dari dua sosok manusia itu.
Setelah lama menunggu akhirnya kami disuruh masuk di kelas IX A, yang paling mudah di jangkau. Dua manusia itu juga masuk bersama guru kami tercinta, Bapak kholid. Pak Kholid mempersilahkan mereka untuk memulai kegiatan saat itu. Masih canggung. Nggak kenal juga. Kegiatan hari pertama jam pertama Cuma di kelas tepuk-tepuk kayak anak kecil. Hahaha (ngakak inget waktu itu). Istirahaht beberapa menit, aku lebih milih di dalam kelas saja, malas mau jalan. Di dalam ada salah satu manusia itu, baru siang harinya aku tau namanya, kak Brian. Sering liat ke aku, waduh ngapain coba? Bikin salting aja.
Jam kedua dimulai, kegiatan di luar kelas. Jalan, jalan, jalan. Hmmm.. Di ajari LBB sama manusia yang satunya. Setelah beberapa hari aku tahu namanya, kak Mido. Kegiatan hari itu berakhir pukul 12.00 kalau tidak salah.
Aku mengira kegiatan akan dilakukan berapa hari sekali, ternyata tidak. Setiap hari kami harus datang ke sekolah. Haaaaaah???!! Nggak ada liburan. Hari kedua kegiatan itu kami masih di kelas. Saat mereka bica tiba-tiba teman di sebelahku berbisik.
“hei..kak Brian mirip Lucky Perdana yaa”
Aku mulai mengamati orang itu. Haa?? Nggak banget kayaknya. Karena kami lumayan berisik, akhirnya di liatlah kami. Mampus! Mau di marahi kayaknya. Tapi tidak. Dibiarkan saja. Huft.. Selamat.
Seminggu sudah berlalu. Manusianya tidak hanya dua itu. Ada beberapa manusia asing lagi yang muncul. Ada kak Ferdy, Kak Arjuna, Kak Bima. Semua aneh menurutku, manusia bertopi yang suka tertawa dan “mbanyol”. Kegiatan sehari-hari mulai jam 08.00 sampai jam 14.00. Setiap hari selama liburan bertemu dengan makhluk-makhluk itu. Kadang merasa asing dengan mereka, tapi kadang juga dekat denagn mereka. Camp kami di Mushala sekolah, karena belum ada ruang khusus untuk kami. Sering diadakan pertemuan di Mushala.

###

Part 3
Entah sejak kapan, karena apa, dan bagaimana bisa aku mulai tertarik dengan salah satu dari makhluk itu. Kak Brian. Dialah manusia yang terpilih, hahaha, padahal saat itu aku masih berpacaran dengan Wawan. Apakah mungkin karena terbiasa bersama akhir-akhir ini. Seperti pepatah jawa, “witing tresna jalaran saka kulina”. Hmmmm...
Singkat cerita, aku sudah mulai renggang dengan Wawan. Saat padat kegiatan di sekolah dan termasuk kegiatan bersama kak Brian. Ceileee... Pernah juga kegiatan dilakukan di daerah pedesaan, harus naik TRUCK. Whaatss?? Nggak dibayangkan lagi dah. Saat itu masih lumayan pagi, kami sudah jalan dari lapangan sampai ke tanjakan pertama sebelum masuk ke pedesaan itu. Sesampainya distu, Sang TRUCK sudah setia menanti. Kami digiring kayak sapi untuk naik truk. Kebetulan aku sekelompok dengan teman sekelasku, Tara dan Sari. Di Truk kami banyak bercanda, dan kebetulan aku satu truk dengan kak Brian dan kak Mido. Sesampainya di desa itu, kami mulai beraksi. Setelah selesai, kami makan. Kebetulan tempatnya seperti hutan, jadi nyaman dan sejuk. Makan di bawah pohon, duduk diatas tebangan pohon. Rame-rame. Setelah selesai makan, kami digiring lagi naik truk. Tadi jalannya menanjak, sekarang turun. Alhasil, terjadi beberapa teriakan kecil. Hahaha.. Seruuuuu...
Setelah kegiatan itu, ada banyak kegiatan yang dilakukan. Dan akhirnya aku dan Wawan PUTUS. Nggak ada penyesalan karena ternyata tiga hari setelah aku dan Wawan putus, dia sudah punya pacar lagi. Menyebalkan. Tapi tak apalah. Aku juga sudah menyukai orang lain. Berarti tidak ada yang jahat dalam kasus ini. Hehehe
###
Awal Ramadhan, aku dan ka Brian sudah mulai dekat. Setiap hari smsan, apa mungkin dia juga suka? Nggak tau juga. Selain kak Brian, aku juga dekat dengan kak Bima dan kak Arjuna. Kak Bima dan Arjuna memang kakak adik tapi nggak mirip. Pisss.. Dipertengahan puasa diadakan buka bersama, kebetulan bertempat di rumahku. Hmmm Boleh juga. Saat hari H, aku sedikit kecewa, harapan kak Brian datang sudah nggak ada. Siang hari saat aku bersih-bersih dia SMS.
‘maaf, kakak nanti gak bisa dateng, ad urusan mendadak. Maaf ya’ itu smsny. Hiks.. Kecewa. Tapi tak apalah pikirku masih ada teman-teman yang lain. Semangat! Sore hari, semua sudah datang, acara dimuli. Rada sepi menurutku. Selesai acara semua pada nggak tarawih, hohoho. Saat pamitan pulang, kak Mido malah nyeletuk aneh ke ibuku. Waduuuh.
“buk, ini tadi dia rada diem, karena yang ditunggu nggak dateng,” spontan semua ketawa. Ihhh....
Kalau ingat buka bersama jadi inget suatu yang memalukan dan menggelikan. Tahu Goreng! Aduuh malunya. Karena salah ma ibu, tahu yang udah direndam air garam di tambah garam lagi. Hasilnya..... ASIIIIIINNN... Astagfirulllah..lumayan malu aku. Dan apa yang terjadi? Para manusia itu menceritakan ke kak Brian. Aduh, malu-maluiin aja ini.
Hari berganti hari, bulan telah berganti. Khir semester satu. Setelah ini semua siswa kelas IX diwajibkan keluar dari semua kegiatan ekskul. Tapi pada saat itu ada kompetisi baru dalam sekolahku. Cheer Leader. Mau kayak apa ini jadinya? Semua pada sibuk mempersiapkan. Tapi kelasku masih lumayan kacau. Belum siap benar. Sudah mendekati hari perlombaan. Akhirnya kami bisa kompak. Lumayan mengejutkan hasil yang ditunjukkan. JUARA 2. Hasil yang membahagiakan dengan persiapan yang pas-pasan. Latihan di sekolah, sampai di balai desa. Hahaha.. (kangen kalian semua).
Pada saat itu, kami sudah resmi keluar dari kegiatan ekskul. Termasuk ekskul baruku itu. Nggak ketemu kak Brian. Hiks.. Tapi apa yang selanjutnya terjadi. Kak Brian ngajak pacaran. Haaah?? Nggak salah ya kak? Dengan senang hati aku mau. Hahaha.. Setelah penelusuranku dari kak Bima, ternyata ada peraturan yang melaran mereka pacaran dengan anak buahnya. Owww..
###

Part 4
Selama pacaran dengan kak brian, banyak kejadian yang menarik, tapi tidak perlu diceritakan. Tapi yang paling mengesankan adalah kedua orang tuaku tidak setuju. Semua mengecam. Aku hanya sendiri. Tapi kak brian selalu datang dan menemani, menguatkan aku. Dia benar-benar ada saat itu. Dia benar-benar melindungiku, mengerti aku.
Tapi ternyata semua tidak mulus, entah apa karena ada pihak yang tidak setuju atau apaya, sehingga hubungan kami tidak berjalan lancar. Walaupun tidak pernah ada pertengkaran diantara kami, tapi ada rasa ketidaknyamanan karena harus bersembunyi saat pacaran.
Hari belanjut, tiga hari sebelum puasa. Dia bersikap aneh. Nggak ada kabar sama sekali darinya. Seperti mengindariku. Aku hanya berpikir positif saja. Tidak ada prasangka buruk terhadap sikapnya. Hari pertama puasa, pengujung bulan Agustus di kelas XI ku. Pukul 17.00. Seharian ini kak Brian juga bersikap aneh, tidak ada kabar lagi. Smsnya masuk.
“ak mau ngomong penting, tapi nggak lewat SMS”, SMS kak Brian.
“ngomong apa? Knpa nggak ngmg aja skrg?”
“nggak bisa, ak hrus ktemu saman.”
“ak nggak bsa, blang skrang aja”
“ya udah, ak tlf ya”
“iya”
Dia telfon aku menjelang buka puasa. Kebetulan aku dirumah sendirian. Semua pada keluar rumah.
“assalamu’alaikum”
“wa’alaikumsalam, ada apa? Mau ngomong apa?”
“maaf”
“maaf kenapa?”
“maafin aku, aku nggak bisa mempertahankan hubungan kita. Aku minta maaf”
Bagaikan disambar petir mendengar kata-katanya. Apa maksudnya ini? Apa yang dia maksud dengan perkataannya itu. Air mataku menetes begitu saja.
“maaf” begitu katanya lagi.
“kenapa? Ada apa?”
“aku bulan depan, setelah lebaran mau nikah. Maaf”
Yaa Allah, cobaanmu di bualan Ramadhan sungguh berat. Sanggupkah aku.
Aku masih menangis, dia berbicara banyak. Aku tidak banyak mendengar apa yang dia katakan saat itu. Aku benar-benar terpukul. Betapa kejamnya dia. Setelah semua yang terjadi saat itu. Aku terdiam.
“saman nangis?”
“Menurutmu?”
“Maaf, ini salahku. Tapi semua sudah aku putuskan”
“iya”
Aku juga mendengar dia seperti menangis. Aku tidak tau. Aku tidak peduli. Entah bagaimana dulu akhir pembicaraan kami. Aku tidak terlalu ingat. Aku masih menangis saat adikku masuk ke kamarku.
Kumandang adzan maghrib membangkitkan aku dari kamarku. Aku minum air segelas. Kemudian mengambil wudlu dan shalat. Hari itu aku tidak makan saat buka puasa. Hanya sahur pagi. Itu berlangsung beberapa hari. Sampai semua orang mengatakan aku kurus. Tak apalah aku kurus.
Buka bersama dengan teman-teman ekskul dulu. Kak Brian juga ada. Samoai di gerbang rumah Putri, akku langsung berlari ke belakang. Aku tidak sanggup melihatnya. Aku hanya menangis di belakang. Semua panik. Hanya beberapa orang yang mengerti masalahku. Mereka berusaha menenangkan aku. Tapi percuma saja, aku masih saja menangis (apa ya yang aku pikirkan saat itu??).
Setelah acara selesai, aku nyanyi-nyanyi di tengah jalan sama Sari. Di belakangku ada kak Arjuna yang Cuma geleng-geleng. Semua tau masalahku. Saat itu aku nyanyi lagunya Geisha, Jika Cinta Dia.
“Jika cinta dia, juurlah padaku, tinggalkan aku disini tanpa senyumanmu....” Bla bla bla lanjutnya.
Aku mamsih terpukul dengan kejadian itu. Sakit rasanya ingat kejadian itu. Dia juga masih rajin SMS aku. Lebaran, aku juga masih berkunjung kerumahnya. Bahkan dia titip undangan buat teman-teman, walaupun sakit hati. Tapi tak ada salahnya aku bantu dia.
###

Kamis, 22 Maret 2012

iseng

iseng sebelum kuliah fisika matematika 1, hari Rabu 21 Maret 2012..
seusai kuliah pendidikan Agama Islam, nyamperin temen di deket masjid..
lalu mengeluarkan susu kotak yang beli di kantin waktu istirahat,,
karena bosen nunggu, akhirnya muncul ide iseng..
gini deh jadinya susu kotaknya..
:D